foto : Eko Hadi Susilo ketua DPD relawan Bintang Prabowo 08, Saat Memberikan Keterangan.
Kota Madiun || NuklirNews.com – Bacawali Kota Madiun Maidi, resmi mendapat dukungan oleh relawan Srikandi Bintang Prabowo 08 Jatim pada Sabtu (22/6/2024) kemarin. Namun siapa sangka deklarasi yang terjadi di pondok merpati kemarin menuai pro dan kontra.
Hal tersebut seiring masih berkaitannya dengan aksi penurunan baliho dukungan ke Maidi yang dilakukan relawan Pejuang Tangguh Indonesia Raya (Petir) pada beberapa waktu yang lalu.
Saat ditemui pada Minggu (23/6/2024) malama, ada beberapa poin yang telah diluruskan oleh relawan Petir mengenai deklarasi yang telah dilakukan Srikandi Bintang Prabowo 08 Jatim kepada Bacawali Maidi.
Eko Hadi Susilo dalam hal ini sebagai ketua DPD relawan Bintang Prabowo 08 mengoreksi bahwa apa yang telah dikatakan Djoko Santoso semuanya tidak benar.
“Adanya pengakuan yang mengatakan saya dengan rekan-rekan telah diberhentikan dari relawan Bintang Prabowo 08 itu tidak benar,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, kalaupun memang ada pemberhentian, ia meminta surat resmi dari pusat mengenai hal tersebut.
Selain itu, lanjutnya, ia juga mempertanyakan bahwa dalam hal ini keberadaan Djoko Santoso yakni sebagai apa tidak jelas. Pasalnya saat dirinya memberitahukan struktural relawan, tidak ditemukan nama tersebut.
“Bisa dicek atau ditanyakan ke pusat keberadaan nama tersebut, Ini malah ngaku koordinatornya,” tegasnya.
Tak hanya itu, Eko juga menjelaskan terkait penyalahgunaan proposal yang dimaksud oleh Djoko Santoso. Ia mengatakan merasa dipermainkan oleh Bacawali Maidi.
“Mengenai proposal, sebenarnya kami punya program jalan santai dengan jarak 106 kilometer sebagai perayaan HUT Kota Madiun. Saat itu pun kami berkomitmen dengan Maidi dengan rute yang sudah ditentukan. Dan pada saat kami mengajukan dengan nama relawan petir, namun justru Maidi yang meminta untuk mengganti nama Bintang Prabowo 08,” bebernya.
Setelah itu, lanjutnya, kami di suruh Maidi mengajukan diri ke pemkot untuk audiensi dengan catatan nanti akan dibantu olehnya.
Dari sini saya melihat ada kejanggalan karena harus mengkomunikasikan ke pemkot sedangkan untuk roundown HUT Madiun sudah muncul dimana-mana.
“Mengenai RAB, kita sudah mempunyai sponsor sendiri yang saat itu proposal sudah berganti lagi menjadi Masyarakat Peduli Budaya itupun juga atas kehendak Maidi,” ungkapnya.
Eko juga mengatakan setelah tidak ada kejelasan akhirnya saya putuskan menurunkah baliho untuk sementara waktu dan yang tidak habis pikir ia malah membuat hal seperti kemarin.
“Bisa dikatakan saya dipermainkan oleh Maidi. Yang perlu juga menjadi catatan bahwasanya dukungan menggunakan nama relawan Petir bukan Bintang Prabowo 08,” tandasnya.
Pewarta : Jhony Gudeel
Editor : YW







