Kota Madiun || NuklirNews.com – Andro Rohmana Putra, calon anggota DPR RI dari Partai Perindo Dapil Jatim VIII, menyatakan kesiapannya untuk bertarung di Pilkada Madiun 2024. Andro mengaku tidak akan mendorong diri sendiri, tetapi akan mengikuti kehendak rakyat. Andro juga mengkritik sistem penghitungan suara elektronik Sirekap yang dinilainya tidak akurat dan tidak efisien.
Andro mengatakan, saat ini ia masih fokus pada hasil Pemilu 2024 yang sedang dalam proses rekapitulasi. Ia berharap hasil pileg dapat menjadi dasar untuk kendaraan Pilkada nantinya. Namun, ia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menentukan siapa yang layak memimpin daerah.
“Saya harus menyelesaikan dulu hasil rekapitulasi. Karena itu tanggung jawab kami. Sebenarnya saya tidak akan mendorong diri saya sendiri, karena saya masih fokus di Pileg. Kita lihat, kalau masyarakat menghendaki kami untuk berkontestasi lagi di Pilkada ya kami akan maju,” katanya.

Andro tidak mempermasalahkan apakah akan maju di Kota Madiun atau Kabupaten Madiun. Ia mengatakan, melihat fenomena Pilpres kali ini, Pilkada nanti akan ada kombinasi antara yang berpengalaman dengan yang tidak. Ia mencontohkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02.
“Melihat fenomena Pilpres kali ini, dari hasil real count Paslon 02 unggul dan menunjukkan figur yang sudah berpengalaman dan figur muda. Dan fenomena ini tidak bisa dihindari, bahwa Pilkada nanti akan ada kombinasi antara yang berpengalaman dengan yang tidak. Tapi kita tetap menunggu tahapan real count dari KPU, jika selesai tahapan dan masyarakat maupun relawan menghendaki ya kita akan berangkat,” pungkas Andro.
Andro juga mengkritik sistem Sirekap yang digunakan oleh KPU untuk menghitung suara secara elektronik. Menurutnya, sistem tersebut sering rancu atau eror, sehingga mempengaruhi perolehan suara caleg. Ia merasa kecewa dengan anggaran yang dialokasikan untuk Sirekap, yang dinilainya terlalu kecil untuk skala Indonesia.
“Anggaran 70 triliun, anggaran untuk Sirekap hanya 3,5 milyar. Ini jumlah yang kecil untuk skala Indonesia,” ujarnya.
Andro menilai, sistem penghitungan suara elektronik harus lebih akurat dan efisien, agar tidak merugikan hak-hak konstituen. Ia juga meminta agar KPU lebih transparan dan profesional dalam menyelenggarakan pemilu.
“KPU harus lebih transparan dan profesional dalam menyelenggarakan pemilu. Jangan sampai ada kecurangan atau manipulasi yang merusak demokrasi. KPU juga harus lebih responsif dan cepat dalam menyelesaikan permasalahan yang ada,” tegasnya.
Andro optimis bahwa suara yang diraihnya sudah optimal, meski belum diketahui secara pasti. Ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi harapan dan aspirasi masyarakat. Saya juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengawal proses pemilu agar berjalan lancar dan jujur,” tutupnya. (Jhony Gudel)
Editor : Y Widodo







