MADIUN || NuklirNews.com – Menjelang pergantian tahun 2023, sebagian besar masyarakat menyambut momen itu dengan sukacita. Namun, hal ini tidak berlaku bagi para nasabah Bank BRI di Madiun, khususnya bagi nasabah yang pengajuan kreditnya di Bank BRI Unit Nglames dan Sawahan.
Pada hari ini, peristiwa memilukan terjadi pada keluarga Ainun, warga Desa Bagi, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun. Dua unit mobil berisi sekitar 10 orang dari pihak Bank BRI mendatangi rumah nasabah tersebut. Mereka kemudian memasang stiker dan banner yang menyatakan bahwa penghuni rumah atau bangunan tersebut adalah nasabah penunggak dan dalam pengawasan khusus Bank BRI Cabang Madiun.
“Ini sudah kesekian kalinya kami didatangi pihak Bank BRI. Sebenarnya, keluarga sudah mati-matian berusaha. Namun, yang namanya usaha ada jatuhnya,” tutur Ainun sambil menyeka air matanya.

Pihaknya menyadari bahwa angsuran kredit macet itu salah. Akan tetapi, setidaknya ada perilaku yang lebih manusiawi dari pihak Bank BRI.
“Ibarat sudah jatuh, masih tertimpa tangga. Usaha kami saat masih lancar selalu mengangsur. Namun, saat usaha pailit, kami berusaha sekuat tenaga. Namun, masih harus menanggung beban moral yang luar biasa. Malu dengan lingkungan,” tuturnya.
Rohman Sahebuddin, selaku ketua LSM Garis Pakem Mandiri, ikut prihatin dengan semakin banyaknya debitur yang mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari pihak Bank BRI.
“Melihat banyaknya masyarakat yang menjadi nasabah Bank BRI dengan perlakuan seperti itu, tentu saja kami prihatin. Bagaimana fungsi manajer atau survei lapangan? Kualitas mereka kami ragukan,” ungkap Udin Pakem, sapaan akrabnya.
Dia menyarankan kepada masyarakat untuk tidak tergiur dengan penawaran-penawaran surga dari marketing Bank BRI yang akibatnya akan merugikan bagi nasabah itu sendiri.
“Saya lihat, banyak petugas Bank BRI datang dan menyemprotkan tulisan ‘Penghuni rumah ini atau bangunan ini adalah nasabah penunggak dan dalam pengawasan khusus Bank BRI Cabang Madiun. Segera selesaikan tunggakan kredit Anda di Bank BRI Unit Nglames’. Ada juga banner ‘Nasabah memiliki tunggakan di BRI Sawahan’,” ungkap Udin.
Sementara itu, saat awak media, meminta penjelasan ke pihak Bank BRI atas nama Rahmad, yang bersangkutan tidak bersedia memberikan penjelasan. Saat dihubungi melalui handphone, Rahmad menolak panggilan sebanyak dua kali. ( YW )






