MADIUN || NuklirNews.com – Kinerja BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun disinyalir mengalami penurunan akibat adanya nepotisme dalam pengangkatan direktur baru. Hal ini ditemukan oleh LSM Garis Pakem Mandiri yang melakukan penelusuran terhadap manajemen BUMD tersebut.
BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun adalah salah satu BUMD yang didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. Namun, sejak pengangkatan direktur baru yang diduga masih kerabat PJ Bupati Madiun, kinerja BUMD ini mengalami stagnan bahkan merosot tajam dari yang ditargetkan.
Rohman Sahebuddin, ketua LSM Garis Pakem Mandiri, mengatakan bahwa pihaknya menemukan adanya kejanggalan pada pengelolaan BUMD ini. Ia menyebutkan bahwa hak-hak pegawai seperti tunjangan Mamin, gaji tiga belasan, dan tunjangan cuti tidak terpenuhi selama satu tahun ini. Ia menduga bahwa hal ini disebabkan oleh adanya nepotisme dalam pengangkatan direktur baru.
“Informasi dari penelusuran tim kami terbukti bahwa pengangkatan pejabat perumda BPR Bank Daerah Kab Madiun ada unsur nepotisme bukan atas azas sumber daya. Mungkin inilah salah satu faktor terjadinya kemerosotan BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun,” ujar Rohman.
Diketahui sudah hampir satu tahun lebih staf dan karyawan BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun tidak menerima hak haknya berupa tunjangan Mamin,gaji tiga belasan dan tunjangan cuti sementara jajaran direksi masih terus bergelimang gaji.Sangat fantastis, gaji direktur kisaran diangka Rp.35 juta belum ditambah tunjangan tunjangan lain
Ia menambahkan bahwa praktik nepotisme ini tidak hanya merugikan pegawai, tetapi juga masyarakat yang menjadi nasabah BUMD ini. Ia meminta agar pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan audit terhadap BUMD ini. Ia juga mengancam akan melaporkan kasus ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika tidak ada tindakan dari pemerintah daerah.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun Velly Murdianto saat dikonfirmasi Via telpon cuman berdering tidak diangkat. (YW)
Editor : Y. Widodo







